Kiss of Venus (English to Indonesian Translation) - Bab 9
Pada awal September, Yu Wan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai seorang perencana pernikahan.
Perusahaan itu kecil dan pada saat Yu Wan baru mulai bekerja, dia adalah satu-satunya pegawai magang. Gaji seorang pegawai magang hanya 800 sebulan dan didalamnya hanya termasuk biaya satu kali makan.
Di tempat yang sangat menguntungkan seperti Kota A, cukup sulit untuk hidup disana dengan gaji sebesar 800. Rumah tempat Yu Wan tinggal berukuran kecil dan tua serta biaya sewanya sebesar 600 sebulan. Sisa gajinya sebesar 200 habis dipergunakan untuk biaya kereta bawah tanah dan bis.
Meskipun Yu Wan merasa lelah dan menderita, dia tidak pernah berpikir untuk pindah kembali ke Kota C. Ini adalah pertama kalinya dia membangkang melawan ibunya. Jika dia cepat menyerah, dia tidak akan pernah bisa melakukan hal ini lagi.
Karena Yu Wan tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan yang layak, kondisi pikirannya menjadi rentan. Untungnya, supermarket yang berada di Pusat Perbelanjaan Starlight memilki sampel makanan gratis yang berbeda setiap harinya. Yu Wan akan pergi ke sana dua kali seminggu untuk membuat hidupnya lebih baik.
Yu Wan sangat berterima kasih kepada pemilik Pusat Perbelanjaan Starlight yang memberi makan dan membesarkan dirinya.
Kali ketiga Yu Wan datang untuk mengambil sampel, dirinya tidak dapat menahan diri untuk untuk memposting sesuatu di Moment nya, “Steak di Pusat Perbelanjaan Starlight hari ini sangat lezat tapi aku takut pramuniaganya akan langsung bisa mengenaliku. Apakah ada teman yang bekerja di Pusat Perbelanjaan Starlight yang bisa memberikan jadwal piket di supermarket?_(:з」∠)_”
Li Shen kebetulan sedang membeli makanan di Pusat Perbelanjaan Starlight bersama teman sekamarnya hari ini. Saat dirinya sedang mengantre membayar, dia memeriksa Momentnya dan melihat postingan Yu Wan.
Setelah Li Shen meng-add Yu Wan di WeChat, mereka tidak pernah mengobrol. Li Shen memeriksa Moment Yu Wan dan sayangnya Moment Yu Wan hanya menampilkan postingan dari tiga bulan yang lalu.
Selama tiga bulan belakangan Yu Wan hanya memposting dua kali di Momentnya. 🙂
Hari ini, Li Shen tidak sengaja melihat postingannya.
Setelah membaca postingan Yu Wan, Li Shen tidak dapat menahan tawanya. Dia menyimpan hp nya dan berkata pada Zhu Gan yang berdiri didepannya, “Aku ingat kalau ada barang yang masih perlu kubeli. Kamu bayar saja terlebih dahulu.”
“Huh? Apa lagi yang perlu kamu beli?” Zhu Gan berkata pada Li Shen tanpa membalikkan badannya. Namun Li Shen tidak memberikan jawaban.
Li Shen mengingat saat dirinya sedang membeli bahan makanan, dia melihat daerah tempat mencicipi steak. Dia melangkah ke sana dan dalam sekejap melihat gadis berambut panjang yang familiar.
Gadis itu adalah Yu Wan yang masih belum beranjak dari tempat itu.
Li Shen menebak kalau Yu Wan pasti telah mengambil lebih dari satu sampel steak karena pramuniaganya memberikan pandangan tidak senang. Li Shen melangkah ke arahnya dan memberikan sebungkus steak kepada Yu Wan, “Kamu suka ini? Aku akan mentraktirmu.”
Tangan Yu Wan menjadi dingin akibat bungkusan steak yang baru saja dikeluarkan dari dalam freezer. Dengan terpana Yu Wan mendongakkan kepalanya dan melihat senyum lembut di wajah Li Shen, senyuman yang seolah dia bisa menghangatkan tangannya yang kedinginan, “Ah, kamu, Li Shen?”
Saat dia mendengar Yu Wan menyebut namanya, Li Shen bahkan menjadi lebih gembira, “Kamu masih mengingatku, Lily.”
Yu Wan, “…..”
Sejak kapan dia memiliki sebuah tambahan nama Inggris?
Li Shen melirik pramuniaga supermarket dan mengambil bungkusan steak lain dari dalam freezer. Dia kemudian mendorong Yu Wan pergi, “Ayo pergi, aku akan mentraktirmu dua bungkus.”
“Uh, tapi….” Tapi steak yang sedang dipanggang sudah hampir siap! Dia sudah menunggu cukup lama!
Pada akhirnya, Yu Wan yang ditarik pergi oleh Li Shen tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun. Setelah Zhu Gan dan teman-temannya selesai membayar, mereka menunggu Li Shen diluar. Li Shen melihat pesan yang Zhu Gan kirimkan dan membalas, “Aku masih harus melakukan sesuatu. Kalian kembali saja ke sekolah terlebih dahulu.”
Zhu Gan: Ah?
Zhu Gan: Apa kamu coba menyembunyikan dari kami kalau kamu sedang merayu seorang gadis?
Li Shen: Pikirkan tentang slogan yang kamu tempel diatas tempat tidurmu.
Zhu Gan: …..
Slogannya adalah urus saja urusanmu sendiri.
Yu Wan mengintip layar hp Li Shen, “Kalau kamu masih memiliki hal lain untuk dilakukan, kamu bisa pergi terlebih dahulu.”
Setelah Li Shen pergi dirinya akan meletakkan kembali dua bungkus steak itu.
Li Shen menyimpan hp nya dan berkata pada Yu Wan, “Tidak masalah. Giliran kita hampir tiba.”
Yu Wan merasa hal itu kurang baik, “Tapi bagaimana bisa aku membiarkanmu membayar….”
Li Shen tersenyum lembut, “Itu hanya dua bungkus steak. Tidak perlu bersikap terlalu sopan.”
Yu Wan menjawab dengan jujur, “Dua bungkus steak itu sangat mahal!”
“……” Li Shen merasa kebingungan dengan reaksi Yu Wan, “Kenapa kamu hidup sengsara? Apa orangtuamu tidak memberikanmu biaya hidup?”
Yu Wan mengerutkan bibirnya dan menunduk, “Aku datang kemari untuk bekerja. Bagaimana bisa aku meminta uang dari keluargaku?”
Li Shen terkejut, “Kamu sudah bekerja? Apa kamu sudah lulus?”
“….Aku lulus tiga bulan yang lalu.”
Li Shen, “…..”
Selama mengenalnya, Li Shen mengira kalau Yu Wan lebih muda dari dirinya.
Yu Wan merasa sedikit malu, “Apa aku tidak terlihat seperti orang yang sudah bekerja?”
Li Shen menjawab, “Kamu kelihatan seperti gadis berumur delapan belas tahun.”
Yu Wan terpaku menatap Li Shen dan tawanya meledak, “Kamu benar-benar pandai bicara!”
Li Shen melihat tawa Yu Wan dan bibirnya pun ikut tersungging.
Setelah mereka selesai berbelanja, mereka pun turun ke lantai bawah. Yu Wan memegang kantong plastik dan diam-diam mencuri pandang kearah pria yang berdiri disebelahnya. Di lihat dari sudut pandangnya, wajah Li Shen terlihat lebih tegas dengan hidung mancung dan bibir indah. Meskipun dia memancarkan nuasa muda, tapi wajahnya menunjukkan gambaran seorang pria.
Dalam beberapa tahun mendatang, Yu Wan memperkirakan jika Li Shen akan menjadi jauh lebih tampan dibandingkan saat ini.
Tiba-tiba Li Shen menunduk menatapnya. Yu Wan, yang baru saja tertangkap basah menatap Li Shen, dengan cepat memalingkan wajah. Li Shen melihat kuping merah Yu Wan dan tidak dapat menahan diri untuk tertawa.
Cukup imut.
Yu Wan mendengar tawa pelan dari sebelahnya dan kuping menjadi semakin merah. Dia mengeluarkan batuk kecil untuk menyamarkan rasa malunya. Yu Wan mengeluarkan sebungkus steak dari kantong plastik dan menyerahkannya pada Li Shen, “Kurasa akan lebih baik kalau kita masing-masing mendapatkan satu bungkus.”
“Uh, tapi kantong plastiknya hanya ada satu? Kamu mau aku membawanya dengan tangan kosong?”
“…..” Steak itu terlihat cukup dingin. “Kalau begitu kamu bisa memakai kantong plastiknya dan aku akan memasukkan milikku kedalam tasku.”
Li Shen masih menolak, “Tapi steaknya akan mencair. Bukankah nanti tasmu akan menjadi basah?”
Yu Wan, “….”
Kenapa laki-laki ini tahu banyak hal? Lagipula, apa dia baru saja mencoba bersikap imut?
Li Shen mengambil steak dari tangan Yu Wan dan menaruhnya kembali ke dalam kantong plastik, “Sudahlah, aku tadi bilang akan mentraktirmu dua bungkus, tidak lebih tidak kurang.”
Kuping Yu Wan terbakar lagi, “Tapi kamu itu masih pelajar. Aku jadi merasa malu…”
“Sayangnya situasi akan lebih buruk karena aku akan membuatmu lebih merasa malu.”
“Ah?” Yu Wan akhirnya menatap Li Shen. Senyum Li Shen semakin lebar, lebih panas daripada matahari di pertengahan musim panas, “Karena aku mau mentraktirmu segelas milk tea.”
Saat itu Yu Wan menyadari kalau mereka berdiri tepat di depan kedai teh. Kedai teh ini sangat populer di Pusat Perbelanjaan Starlight. Beberapa waktu yang lalu, saat Yu Wan mendatangi pusat perbelanjaan, dirinya bisa mencium aroma manis milk tea bahkan dari kejauhan. Kemudian dia akan menghirup napasnya dalam-dalam dan berpura-pura dirinya sedang meminum segelas teh. Hari ini, tanpa sadar dirinya telah berjalan ke arah toko itu.
……Benar saja, pria memang bisa mengacaukan pikiran.
“Ayo. Kita sudah sampai disini. Sekalian saja kita masuk.” Li Shen menarik Yu Wan ke dalam kedai teh. Li Shen mencoba bersikap sopan tapi karena mereka berdua mengenakan baju kaos lengan pendek, kulit mereka saling bersentuhan.
Tangan Li Shen jauh lebih panas dari yang Yu Wan bayangkan. Dia tidak yakin tubuh siapa yang lebih panas, dirinya atau Li Shen.
Li Shen berjalan ke arah konter depan dan melepaskan pegangannya dari Yu Wan. Dia melihat-lihat menu di dinding dan berkata pada kasir, “Aku mau segelas white peach oolong tea. Kamu?”
“Uh…..Aku mau segelas matcha milk tea.”
Sang kasir menekan tombol-tombol di layak komputer dan mengulangi pesanan mereka, “Segelas white peach oolong tea dan matcha milk tea. Apa anda mau pakai es?”
Yu Wan menjawab, “Milikku tidak perlu pakai es.”
“Kalau milik pria tampan ini?”
“Tambahkan sedikit saja.”
“Baik, mohon ditunggu pesanan anda.”
Li Shen tidak bertanya mengapa Yu Wan tidak ingin menambahkan es di minumannya tapi Yu Wan takut kalau Li Shen berasumsi dirinya sedang datang bulan jadi dia menjelaskan, “Aku memiliki perut yang lemah. Aku akan mudah sakit perut kalau makan makanan yang dingin.”
Li Shen tersenyum, “Ok, aku akan mengingatnya.”
Yu Wan, “…..”
Tidak, dia tidak mengatakan hal itu agar Li Shen dapat mengingatnya! Dia hanya tidak mau merasa malu!
Setelah mereka mendapatkan teh mereka, Yu Wan mencicipi tehnya dengan sungguh-sungguh dan hampir berlinangan air mata.
Dia akhirnya meminumnya! Dia tidak harus berimajinasi tentang hal ini lagi!
Melihat reaksi Yu Wan, Li Shen tidak dapat menahan diri untuk bertanya, “Apa pekerjaanmu tidak berjalan dengan lancar?”
Tanpa sadar Yu Wan mengaduk minumannya dengan sedotan dan berkata, “Tidak ada masalah. Saat ini aku hanyalah seorang pegawai magang jadi gajiku rendah. Hanya 800 sebulan.”
“800?” Li Shen terkejut, “Aku memiliki uang untuk biaya hidup lebih dari 800 sebulan. Bosmu terlalu kejam!”
“Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Untungnya perusahaan juga menyediakan makan siang gratis, kalau tidak aku pasti sudah kelaparan.”
Li Shen mengingat tentang postingan Yu Wan di Momentnya dan tersenyum, “Jadi kamu datang kemari setiap hari untuk mengambil sampel gratis?”
Yu Wan tersipu, “Tidak setiap hari, hanya dua kali seminggu. Lagipula…..” Setelah pramuniaga akhirnya mengenalinya, dia sudah bersiap-siap untuk pergi ke supermarket lain.
“Lagipula apa?”
“Tidak apa-apa.” Yu Wan tidak ingin memberitahukan rencananya. Itu terlalu memalukan, “Terima kasih untuk steak dan tehnya. Saat gajiku naik, aku pasti akan membalas traktiranmu!”
“Kamu sudah berjanji. Aku akan menunggu kamu menghubungiku.”
“Tidak masalah!” Yu Wan menyetujuinya, “Tapi mungkin akan butuh waktu lama. Aku harus membayar uang sewa untuk bulan depan.”
Li Shen memasukkan sedotan ke mulutnya dan memandang Yu Wan, “Kamu tinggal sendirian?”
“En, aku bukan berasal dari kota ini.”
“Lalu apa kamu memiliki kerabat di Kota A?”
“Aku memiliki teman sekamar di universitas yang juga bekerja di Kota A tapi dia sudah memiliki teman serumah. Rumah yang mereka sewa tidak besar jadi tidak bijak kalau aku juga ikut berdesakan disana.”
“Jadi begitu.” Li Shen mengangguk dan bertanya, “Apa pekerjaanmu?”
Yu Wan menjawab, “Belajar tentang perencanaan pernikahan di sebuah perusahaan pernikahan. Meskipun gajinya kecil, setidaknya aku bisa belajar sesuatu. Guruku ingin aku benar-benar memahami industri pernikahan di kota A terlebih dahulu.”
Li Shen kelihatan tertarik dengan pekerjaan Yu Wan, “Bagaimana cara kamu memahaminya? Dengan menghadiri acara pernikahan?”
Yu Wan berkata, “Aku sudah memikirkan tentang hal itu. Aku bisa berpura-pura baru bertunangan dan pergi ke berbagai perusahaan pernikahan untuk menyelidikinya. Mungkin akan lebih cepat bagiku memahaminya.”
Li Shen terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu saat matanya berbinar, “Kalau begitu aku bisa membantumu! Kita bisa berpura-pura menjadi pasangan, mereka akan lebih mudah percaya!”
Penulis ingin menyampaikan sesuatu: Hari pertama tahun baru memiliki kilas balik yang manis!
Pertanyaan hari ini: Siapa yang akan mengambil langkah pertama?
A: Li Shen
B: Li goudan
C: Semua jawaban diatas benar
Comments for chapter "Bab 9"
NOVEL DISCUSSION
Support Foxaholic Global
Your donations will go towards site costs and management.
Individual translators usually have their own ko-fi buttons.